Kamis, 01 November 2012

Stasiun Kota



Di kereta aku sedang menatap jendela. Perjalanan ini mengingatkanku pada peristiwa tentangmu, Ika. Kereta yang cepat. Ingatanku makin kuat.
“Simpanlah buku ini, barangkali kamu menginginkannya untuk membaca tentangku,” katamu ketika kereta berangkat menuju Malang.  
“Kisahmu?” tebakku. Kamu tersenyum.
“Sebenarnya iya, semoga kamu tak melupakanku begitu aku pergi.” Tambahmu dengan mendekap tas kecil.
“Oh, iya! Aku akan membacanya.”
***
Kereta ini makin cepat, sayang! Kemana lagi kusanggup tancapkan rinduku padamu. Selagi burung-burung masih terbang dan rerumputan bersembahyang untuk pagi dan malamku. Kini, kutasbihkan untuk kedatanganmu.
“Bila nanti kita ditakdirkan bersatu, apa yang kau ketahui tentang cinta?” tanyamu sambil genggam tanganku.
“Di jendela kereta, mari kita tuliskan janji ini, Ika!” gumamku.
Ya, perjalanan makin cepat. Bayanganmu berkelebat, menumbuhkan musim rindu yang tak usai, membawaku pada ketabahan yang tak tertahankan.
Sebelum stasiun kota, kereta terguling kita saling mendekap dalam suasana yang senyap. [*]



2 komentar:

joe Rizky mengatakan...

semoga menang lomba #FF2IN1 , dan tetap semangat menulis ya.

Husen Arifin mengatakan...

oke makasih ya joe Rizky, semangat menulis juga untukmu ya