Selasa, 10 Juli 2018

AlliSya Protection Plus: Tidak Hanya Melindungi Diri Sendiri


 Produk asuransi syariah semakin diminati oleh masyarakat akhir-akhir ini sejalan dengan pengetahuan masyarakat tentang produk asuransi syariah. Asuransi syariah membuat masyarakat melihat betapa pentingnya keputusan untuk mengasuransikan diri. Melalui asuransi syariah pula masyarakat yakin bahwa kehidupannya tidak was-was, tetap maju, dan memberikan kepuasan pada keluarganya.
Namun demikian masih ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa asuransi syariah tidak sekadar mengasuransi untuk diri kita sendirian, kita sebagai individu, bukan lagi! Sebab asuransi syariah sudah dapat melindungi seluruh keluarga kita. Maka hal ini penting untuk kita pahami bersama.
Banyaknya informasi yang masih perlu diluruskan agar kita mendapatkan pengetahuan yang jelas tentang asuransi syariah.

Peluang Mengikuti AlliSya Protection Plus: Asuransi Jiwa dan Investasi
Pada dasarnya kita bisa menyebutkan tentang produk asuransi jiwa dan investasi tapi kita belum tahu sepenuhnya apakah keunggulan dari asuransi syariah sebagai produk asuransi jiwa dan investasi? Kita tidak bisa memastikan apa sajakah manfaat dari asuransi syariah sebagai produk asuransi jiwa dan investasi?
Sementara kita klaim atas apa yang kita dengar saja dari tetangga. Apakah hal ini cukup relevan? Apakah kita sekadar mendengar dari cerita-cerita tetangga yang belum tentu kebenarannya.
Kita pasti bisa mempertimbangkan terlebih dahulu. Jangan asal menyebutkan karena kitalah yang wajib mendapatkan sebanyak-banyaknya informasi tentang produk asuransi syariah agar kita tidak ragu memilihnya.
Saat ini, kita berpeluang mengikuti AlliSya Protection Plus sebagai produk asuransi jiwa dan investasi syariah. Produk AlliSya Protection Plus sangat cocok untuk kita di zaman now.
Sebab AlliSya Protection Plus merupakan produk asuransi syariah sekaligus investasi berbasis syariah dan dapat melindungi kita seumur hidup. Tunggu dulu. Apakah kita sudah membayangkan keluarga pasti mendapatkan hasil dari apa yang kita usahakan? Tentunya AlliSya Protection Plus menjawabnya.
Keunggulannya kita bebas memilih metode pembayarannya, kita mendapat manfaat yang setimpal yaitu plus nilai investasi, menariknya lagi kita bisa bebas menentukan masa pembayaran premi, jika dirasa kita perlu meningkatkan dana investasi pun sangat dimungkinkan, apabila ingin melakukan penarikan untuk kebutuhan darurat atau kebutuhan finansial juga kita bisa.
Keunggulan selanjutnya tentu kita dapat menambahkan jenis perlindungan apa saja yang kita butuhkan, misalkan perlindungan jika tiba-tiba terdiagnosa salah satu dari 49 penyakit kritis atau mengalami cacat total. Ingat, di AlliSya Protection Plus ada Flexicare Family Syariah. Jadi seluruh keluarga dapat diproteksi.
Kita tidak perlu ragu lagi,cara pengelolaan dana dari AlliSya Protection Plus karena dari awal kita mengenal, kita sudah diberikan penjelasan yang lengkap tentang pengelolaan dananya.
Yang paling menjadi kejutannya dari AlliSya Protection Plus adalah kado umroh bagi kita. Kesempatan besar yang tidak boleh kita sia-siakan. Kesempatan yang sangat luar biasa karena kita bisa beribadah ke tanah suci. Perjalanan ke tanah suci adalah impian bagi siapapun umat muslim di seluruh dunia. Bagaimana jika AlliSya Protection Plus mewujudkan impian kita semua?
Saatnya kita memiliki AlliSya Protection Plus, karena kita tidak hanya melindungi diri sendiri, ada keluarga kita dan saudara-saudara kita yang kita sayangi. Ayo, kita umroh, ayo kita ke AlliSya Protection Plus sekarang. (*)

Puisi: Karam di Kotamu

setiap engkau dalam kota
yang diam dari ruang doa
setiap engkau menakar luka
dari orang-orang dusta
setiap engkau bermain bola
dengan nuansa duka
setiap engkau berhasrat tua
namun engkau masih berencana

setiap engkau menggumam
di sudut kanal apakah ada seseorang telah karam

Bandung, 2018

Senin, 09 Oktober 2017

4 Puisi untuk Lomba Sastra dan Seni ke-4 Tahun 2017

4 Puisi diikutkan dalam Lomba Sastra dan Seni ke-4 Tahun 2017


PUISI HUSEN ARIFIN 



Guru Besar dan Celana Langitnya II

di ruang tamu
ia bertatap sayu
senja mengekalkan hujan
ia ingin duduk dalam kenangan

bahwa ia pernah menafsir
celananya yang musafir
dan angin menggoyahkan
tubuhnya sempoyongan

di dalam celananya
ada peri-peri bertamasya
mengganti hujan menjadi bianglala

ia enggan menegur
para peri yang bertafakkur
barangkali Tuhan telah menegur
tentang dunia makin ngawur

kini ia tak ingin mencuci
celananya, ia tahu sepi
tak selamanya abadi

Bandung, 2017


Senjakala Keadilan

ia yang mencari ruang
mengalamatkan doa
sementara tangannya
mengetuk pintu demi pintu
hati orang-orang yang tertatih tertipu

tidak henti ia menguatkan
diri berlumur semen di kaki
sampai berhari-hari

ia ingin jalan bernama keadilan
membentang sampai ke desa
menuju rumah petani tua
bukan sekadar kekebalan
orang-orang kota flamboyan

adalah senjakala bagi keadilan
diam-diam menjadi patung
ketika langit tak berwajah siapa-siapa

Bandung, 2017


Tidak Ada Jendela Naya

seperti air-air yang pergi
menjadi hujan sepi

langit tak akan kembali
menjadi rumah abadi

hanya engkau pencari
kebahagiaan di malam ini

tubuh menjelma kupu-kupu
tubuh mempesona seluruh
bagai kunang-kunang di kota

semua impian naya
menjadi rumah tua
tidak ada jendela
untuk menengok rumput hijauNya

Bandung, 2017


Proposal Kenangan di Perantauan

terdampar dalam suasana nyekar
memendam suram sebagai akar
mulanya ia perantau dengan wajah sukar
menerka malam dan pagi yang tawar

ia igau pada susahnya menggelar
bahagia di dinding-dinding kosong yang pudar
bola mata seperti ranting kering tak berbinar

sejatinya kesetiaan pada negeri
ia ucapkan dalam nyala puisi
hingar sebentar lalu menguap sendiri

tak ada lagi untaian picisan
lantaran ia mendekap kekosongan
ia urai lagi semisal ia anak keabadian
ia akan menawarkan proposal kenangan

semula ia perantau, bola matanya
seperti ranting terbakar dan moksa

Bandung, 2017

Selasa, 26 April 2016

Puisi : Politik Mencekikmu

Politik Mencekikmu 

politik makin mencekikmu
berita di televisi seperti bom waktu

sesekali engkau cium mesiu
rupanya rumahmu
hancur oleh bom itu

engkau ingin masa bahagia
tapi sekadar fatamorgana
sampai kini sedihmu

menjadi es
membekukanmu
hingga kakimu kaku

negerimu tak mengamankan
nasibmu yang terlanjur terabaikan

Bandung, 2016