Senin, 29 Oktober 2012

BAB II: MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF


BAB II: MENERAPKAN SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF 

A.    Pengertian Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

-          Sikap dan perilaku kerja prestatif yaitu selalu ingin maju (ambition drive).
-          Orang yang memiliki daya juang tinggi akan berpeluang dalam memenangkan atau setidaknya mampu memertahankan kesuksesannya.
-          Calon wirausaha selalu berupaya untuk:
1.         Membentuk sikap bersifat teknis
2.         Membentuk sikap yang mempunyai kompetensi keahlian
3.         Membentuk sikap yang prestatif
-          Untuk mencapai perilaku kerja prestatif, seorang wirausaha harus memiliki motivasi yang tinggi sehingga berhasil dalam kegiatan usahanya.


B.     Tujuan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif

menurut Stephen Covey, ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia yang prestatif yaitu:
1.      Self awareness, yaitu sikap mawas diri terhadap kelebihan dan kekurangan.
2.      Couscience, yaitu mempertajam suatu hati, memunculkan keunikan
3.      Independent Will, yaitu kebebasan berekspresi
4.      Creative Imagination, yaitu berpikir untuk memecahkan masalah dengan imajinasi, kreativitas, dan adaptasi yang tepat
 -          Indikator perilaku kerja prestatif adalah kemampuan bekerja secara efektif dan efisien.
-          Efektif adalah pekerjaan yang diselesaikan tepat waktu sesuai rencana
-          Efesien adalah segala sesuatunya dapat diselesaikan dengan tepat (tepat sasaran), cepat, hemat, dan selamat

C.    Manfaat Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif
-          Sikap dan perilaku kerja prestatif sangat membantu dalam perkembangan usaha. Oleh karena itu, harus dibina dan dikembangkan.
-          Pelatihan orientasi kerja prestatif yang dilakukan dengan:
1.      Apprentice training, yaitu mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya
2.      On the job training, yaitu menetapkan pegawai baru untuk suatu jabatan

D.    Jenis-Jenis Perilaku Kerja Prestatif
Jenis-jenis perilaku kerja prestatif dapat dilihat dalam sikap berikut:
Kerja ikhlas, yaitu bekerja sungguh-sungguh, dilandasi dengan hati tulus
Kerja mawas, yaitu bekerja dengan tidak terpengaruh oleh emosional
Kerja cerdas, yaitu cerdas memperhitungkan risiko, bisa mencari solusi terbaik
Kerja keras, yaitu semangat kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai
Kerja tuntas, yaitu mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir dengan 
maksimal

E.     Prinsip Cara Kerja Prestatif
Mengukur keberhasilan suatu usaha adalah melaksanakan prinsip-prinsip kerja prestatif melalui perubahan, 
yaitu:
Quality Improvements (peningkatan kualitas produk secara terus menerus)
Business Process Improvement (pengembangan proses bisnis dengan pengetahuan dan teknologi maju)
Speed (kecepatan menyesuaikan dengan perubahan)
-          Menurut Norman M. Scarborough, untuk mendukung sikap dan perilaku kerja prestatif diperlukan kompetensi, yaitu:
Proaktif, selalu ada inisiatif, dan tegas dalam melaksanakan tugas
Berorientasi pada prestasi/selalu ingin maju, selalu mencari peluang, berorientasi pada efisiensi, fokus untuk 
kerja keras, perencanaan sistematis, dan selalu memonitor

 F.     Komitmen

Menurut Casson, kemampuan yang harus dimiliki seseorang wirausaha, yaitu:
Self knowledge (pengetahuan tentang usaha)
Imagination (imajinasi, ide)
Practical Knowledge (pengetahuan praktis tentang teknik, desain, processing, pembukuan, administrasi, 
dan pemasaran)
Foresight (berpandangan jauh ke depan)
Computational Skill (kemampuan untuk berhitung dan memprediksi keadaan di masa yang akan datang)
Communication Skill (kemampuan untuk berkomunikasi, bergaul dengan orang lain)

-          Prinsip dalam bekerja secara prestatif, menggunakan 3 H, yaitu:
Heart (bekerja dengan hati tulus, sesulit apapun pekerjaan, jika dikerjakan dengan tulus, ikhlas, dan 
sepenuh hati pasti akan berhasil dengan baik)
Hard (bekerja keras untuk meraih apa yang kita inginkan)
Head (bekerja dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan yang 
dilakukan secara cerdas)

Tugas Kewirausahaan:
Bagaimana sikap yang harus dimiliki seorang wirausaha dalam menghadapi era globalisasi/pasar 
bebas?


Sumber Bacaan: 
Firmansyah, Iman dan Yoeningsih, 2010. Kewirausahaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk Kelas X Edisi Revisi, Bandung: HUP Penerbit Buku Pendidikan